Program Perkuliahan Karyawan
INSTITUT TEKNOLOGI DAN BISNIS STIKOM BALI

INSTITUT TEKNOLOGI DAN BISNIS STIKOM BALI

ITB STIKOM BALI
Karier dan Pendidikan

Tanda Staf Administrasi Data Siap Melanjutkan Kuliah Jurusan S1 Sistem Informasi

Kenali tanda staf administrasi data siap kuliah jurusan S1 Sistem Informasi melalui RPL, dari tujuan belajar hingga menyiapkan bukti pengalaman kerja.

Tanda Staf Administrasi Data Siap Melanjutkan Kuliah Jurusan S1 Sistem Informasi

Bekerja sebagai staf administrasi data membuat seseorang dekat dengan data, aplikasi, dan sistem hampir setiap hari.

Ada informasi yang perlu dimasukkan. Ada laporan yang harus diperiksa. Ada data yang harus disesuaikan dengan kebutuhan bagian lain. Kadang kamu juga menjadi orang yang membantu rekan kerja ketika mereka mengalami kesulitan menggunakan sistem tertentu.

Dari pekerjaan yang berulang setiap hari, pengalaman mulai terbentuk.

Kamu jadi mengetahui alur kerja.

Kamu memahami data apa yang biasanya dibutuhkan.

Kamu mulai mengenali kesalahan yang sering terjadi.

Bahkan tanpa disadari, kamu mungkin sudah mempunyai cara sendiri untuk membuat pekerjaan lebih rapi dan efisien.

Namun, setelah beberapa tahun bekerja, pertanyaan lain bisa mulai muncul.

Apakah pengalaman tersebut dapat dikembangkan melalui pendidikan S1?

Bagaimana jika selama ini sudah banyak belajar dari pekerjaan tetapi belum mempunyai gelar yang relevan?

Apakah pengalaman mengelola data dan membantu penggunaan sistem dapat menjadi bagian dari perjalanan pendidikan berikutnya?

Bagi pekerja dengan pengalaman yang relevan, jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau atau RPL dapat menjadi salah satu hal yang mulai dipelajari.

Kesiapan mengambil langkah ini bukan berarti kamu sudah harus memahami seluruh bidang Sistem Informasi.

Salah satu tandanya justru sederhana: kamu mulai mampu melihat pengalaman kerjamu sebagai proses belajar yang dapat ditelusuri dan dijelaskan.

 

Saat pekerjaan administrasi data mulai menuntut pemahaman yang lebih dalam

Coba perhatikan pekerjaan yang selama ini kamu lakukan.

Mungkin kamu sudah terbiasa mengelola data melalui spreadsheet atau aplikasi perusahaan.

Ketika pengguna mengalami masalah sederhana, kamu juga mungkin sudah mengetahui apa yang perlu diperiksa.

Jika ada perbedaan data, kamu tahu bagian mana yang harus ditelusuri.

Pengalaman tersebut membuatmu semakin lancar menjalankan pekerjaan.

Namun, semakin lama bekerja, rasa ingin tahu juga dapat berkembang.

Kamu mulai bertanya mengapa data tertentu harus melewati proses tertentu.

Mengapa informasi dari dua sistem tidak selalu sama.

Mengapa perubahan kecil dalam sebuah aplikasi dapat memengaruhi pekerjaan banyak orang.

Atau mengapa kebutuhan suatu bagian perusahaan perlu diterjemahkan menjadi fitur atau alur tertentu di dalam sistem.

Di sinilah pekerjaan mulai berubah menjadi sumber pembelajaran.

Kamu tidak hanya menjalankan prosedur.

Kamu mulai memperhatikan hubungan antara data, sistem, pengguna, dan proses kerja.

Bagi staf administrasi data, rasa ingin tahu tersebut dapat menjadi tanda bahwa pendidikan S1 Sistem Informasi mulai relevan untuk dipertimbangkan.

 

Kamu mulai bisa menjelaskan tujuan melanjutkan kuliah

Keinginan memperoleh gelar S1 dapat menjadi alasan awal.

Namun, keputusan pendidikan biasanya menjadi lebih kuat ketika kamu mulai dapat menjelaskan apa yang ingin dikembangkan melalui kuliah.

Misalnya:

“Saya ingin melengkapi pengalaman mengelola data dan sistem dengan pendidikan S1 yang relevan.”

Atau:

“Saya sudah cukup lama bekerja menggunakan sistem, tetapi ingin memahami hubungan antara teknologi, data, dan kebutuhan bisnis secara lebih terstruktur.”

Tujuan seperti ini mempunyai hubungan langsung dengan pengalaman yang sudah dimiliki.

Coba lihat kembali perjalanan kerjamu.

Apa kemampuan yang paling berkembang selama ini?

Apakah kamu semakin terampil mengelola data?

Apakah sering membantu pengguna ketika ada kendala pada aplikasi?

Apakah pernah terlibat dalam perubahan sistem?

Apakah pekerjaanmu membuatmu semakin memahami kebutuhan informasi sebuah organisasi?

Kemudian tanyakan satu hal:

“Apa yang ingin saya pelajari lebih jauh dari pengalaman ini?”

Jawabannya tidak perlu langsung rumit.

Yang penting, pendidikan yang ingin ditempuh mempunyai hubungan dengan pengalaman dan arah pengembangan diri yang kamu inginkan.

 

Kamu mulai menyadari bahwa pengalaman kerja juga menghasilkan pembelajaran

Salah satu hal penting bagi pekerja yang mempertimbangkan RPL adalah mampu melihat kembali pengalaman kerja sebagai proses belajar.

Selama bekerja, mungkin kamu tidak pernah menyebut aktivitas sehari-hari sebagai “pembelajaran”.

Namun, coba lihat lebih dekat.

Saat pertama kali menggunakan suatu aplikasi, kamu harus mempelajari sistem tersebut.

Ketika terjadi kesalahan data, kamu belajar mencari penyebabnya.

Saat prosedur perusahaan berubah, kamu belajar mengikuti alur baru.

Ketika diminta membantu rekan kerja, kamu perlu memahami sistem cukup baik agar dapat menjelaskan langkah penggunaannya.

Pengalaman seperti ini membentuk pengetahuan dan keterampilan secara bertahap.

Karena itu, salah satu tanda kesiapan adalah ketika kamu mulai mampu menjelaskan:

Apa yang saya kerjakan?

Apa yang saya pelajari dari pekerjaan tersebut?

Kemampuan apa yang berkembang dari pengalaman itu?

Pertanyaan tersebut membantu mengubah pengalaman yang sebelumnya terasa rutin menjadi sesuatu yang lebih mudah dipahami sebagai perjalanan belajar.

 

Kamu mulai mengumpulkan bukti pengalaman yang relevan

Pada titik tertentu, kesiapan mulai terlihat dari tindakan yang sangat konkret.

Kamu mulai menelusuri kembali bukti pengalaman yang pernah dimiliki.

Misalnya dokumen pekerjaan yang dapat menunjukkan jenis tanggung jawab yang pernah dijalankan.

Sertifikat pelatihan.

Riwayat pekerjaan.

Dokumen atau catatan kegiatan profesional yang relevan.

Bukti keterlibatan dalam proyek.

Atau bentuk lain yang dapat membantu menjelaskan pembelajaran dan pengalaman yang pernah diperoleh.

Tujuannya bukan untuk mengumpulkan sebanyak mungkin dokumen tanpa arah.

Mulailah dengan membuat daftar pengalaman.

Misalnya:

Pengalaman 1: mengelola data menggunakan aplikasi perusahaan.

Tuliskan apa yang kamu kerjakan dan kemampuan apa yang berkembang.

Pengalaman 2: membantu pengguna ketika mengalami masalah penggunaan sistem.

Catat jenis bantuan yang biasa diberikan dan apa yang kamu pelajari dari proses tersebut.

Pengalaman 3: mengikuti pelatihan atau pembelajaran tertentu.

Catat materi yang dipelajari serta hubungannya dengan pekerjaan.

Daftar sederhana seperti ini membantu kamu melihat pengalaman secara lebih sistematis.

Nantinya, bukti pembelajaran atau pengalaman yang relevan dapat dibawa untuk didiskusikan dalam proses asesmen RPL.

Hasil pengakuannya tetap ditentukan melalui proses asesmen yang berlaku.

 

Kamu bersedia menjelaskan pengalaman, bukan hanya menyebut lama bekerja

Lama bekerja memang menunjukkan bahwa seseorang sudah mempunyai pengalaman.

Namun, ketika berbicara tentang pembelajaran, jumlah tahun saja belum menjelaskan apa yang sebenarnya sudah dipelajari.

Dua orang dapat sama-sama bekerja selama lima tahun tetapi mempunyai pengalaman yang sangat berbeda.

Karena itu, kesiapan RPL juga terlihat ketika kamu mulai mampu menjelaskan pengalaman secara lebih spesifik.

Bukan hanya:

“Saya sudah bekerja di bagian administrasi selama tujuh tahun.”

Tetapi:

“Selama bekerja saya mengelola data, membuat laporan melalui aplikasi tertentu, membantu pengguna, dan pernah terlibat ketika perusahaan mengubah proses pengolahan data.”

Penjelasan seperti ini jauh lebih informatif.

Dari sini, pengalaman kerja dapat mulai dipetakan menjadi aktivitas, tanggung jawab, serta pembelajaran yang pernah diperoleh.

Kamu juga dapat mulai mengingat:

Masalah apa yang pernah diselesaikan?

Aplikasi apa yang pernah digunakan?

Proses apa yang paling kamu pahami?

Apa yang awalnya tidak bisa dilakukan tetapi kemudian berhasil dipelajari?

Pertanyaan tersebut membantu melihat perkembangan diri secara lebih konkret.

 

Kamu memahami hubungan S1 Sistem Informasi dengan pengalamanmu

Program S1 Sistem Informasi di Institut Teknologi dan Bisnis STIKOM Bali mempelajari perpaduan antara teknologi, data, dan proses bisnis.

Bagi pekerja administrasi data, tiga hal tersebut cukup dekat dengan pengalaman sehari-hari.

Kamu bekerja dengan data.

Kamu menggunakan teknologi.

Dan data tersebut digunakan dalam suatu proses bisnis di perusahaan.

Namun, Sistem Informasi membawa pembahasannya lebih jauh.

Bukan hanya bagaimana aplikasi digunakan, tetapi bagaimana sistem membantu kebutuhan organisasi.

Bukan hanya bagaimana data dimasukkan, tetapi bagaimana informasi dikelola dan digunakan.

Bukan hanya bagaimana mengikuti sebuah proses, tetapi bagaimana teknologi berhubungan dengan cara organisasi bekerja.

Jika sedang mempertimbangkan bidang ini, kamu dapat mempelajari halaman S1 Sistem Informasi ITB STIKOM Bali.

Saat membaca informasi program, hubungkan dengan pengalamanmu.

Misalnya:

“Saya sudah terbiasa mengelola data, tetapi ingin memahami bagaimana data tersebut menjadi bagian dari sebuah sistem informasi.”

Atau:

“Saya sering membantu penggunaan aplikasi dan ingin memahami sistem dari sisi yang lebih luas.”

Jika hubungan antara pengalaman sebelumnya dan bidang yang ingin dipelajari mulai terlihat, tujuan pendidikanmu juga menjadi semakin jelas.

 

Kamu siap menerima bahwa tidak semua pengalaman otomatis diakui

Mempertimbangkan RPL bukan berarti seluruh pengalaman kerja secara otomatis akan menggantikan bagian tertentu dari pendidikan.

Justru salah satu bentuk kesiapan adalah memahami bahwa pengalaman perlu dilihat melalui proses asesmen.

Kamu menyiapkan pengalaman yang relevan.

Kamu mengumpulkan bukti yang dapat membantu menjelaskannya.

Kemudian pengalaman dan pembelajaran tersebut didiskusikan atau dinilai melalui mekanisme RPL yang berlaku.

Dari proses itulah dapat ditentukan pengakuan pembelajaran dan beban studi berikutnya.

Sikap ini penting.

Karena fokusnya bukan mencari jalan untuk “melewati kuliah”, tetapi memahami pembelajaran apa yang memang sudah dimiliki dan pembelajaran apa yang masih perlu ditempuh.

Dengan cara tersebut, pengalaman kerja dan pendidikan dapat saling terhubung secara lebih jelas.

 

Kamu tetap bersedia belajar dari dasar

Pengalaman profesional tidak membuat seseorang berhenti menjadi pembelajar.

Ketika masuk S1 Sistem Informasi, kamu tetap dapat bertemu materi yang belum pernah digunakan selama bekerja.

Ada konsep yang terasa baru.

Ada pembahasan teknis yang membutuhkan latihan.

Ada pula materi mengenai proses bisnis, data, teknologi, atau sistem yang selama ini hanya kamu lihat dari sisi pengguna.

Karena itu, kesiapan pendidikan tetap membutuhkan kemauan belajar.

Kamu dapat memulai dari kemampuan dasar.

Latih logika.

Perkuat penggunaan komputer dan spreadsheet.

Coba materi pengantar pemrograman.

Baca pembahasan sederhana mengenai data dan sistem informasi.

Kemudian catat bagian yang belum dipahami.

Bagi lulusan SMA/MA IPA atau IPS maupun SMK RPL, TKJ, Sistem Informatika Jaringan dan Aplikasi, atau bidang digital, sebagian materi mungkin terasa lebih familiar.

Bagi lulusan bidang lain, tidak berarti perjalanan tertutup.

Persiapannya dapat dilakukan secara bertahap.

Pengalaman kerja memberikan konteks.

Sedangkan proses belajar memberi ruang untuk memperluas pemahaman tersebut.

 

Kamu mulai menyiapkan cara menjalani kuliah secara konsisten

Setelah pengalaman dan tujuan belajar mulai jelas, ada satu pertanyaan praktis yang perlu dijawab:

Bagaimana pendidikan akan berjalan bersama pekerjaan?

Mulailah dengan melihat jadwal selama satu minggu.

Catat jam kerja.

Perhatikan periode lembur.

Hitung waktu perjalanan.

Kemudian lihat waktu yang dapat digunakan untuk mengikuti perkuliahan, membaca materi, dan menyelesaikan tugas.

Selanjutnya, lihat kebutuhan finansial.

Catat biaya awal.

Perhatikan pola angsuran.

Kemudian masukkan kebutuhan lain seperti transportasi, internet, perangkat, dan kebutuhan belajar.

Bagi pekerja yang sudah mempunyai tanggung jawab keluarga, pembicaraan dengan orang terdekat juga dapat membantu.

Dengan begitu, keputusan pendidikan tidak hanya dibangun dari semangat sesaat.

Kamu mulai mempunyai gambaran mengenai bagaimana proses tersebut akan dijalani.

Coba gunakan empat pertanyaan berikut:

  1. Apakah saya sudah bisa menjelaskan alasan ingin melanjutkan S1 Sistem Informasi?
  2. Apakah saya mulai dapat menjelaskan apa yang dipelajari dari pengalaman kerja?
  3. Apakah saya mulai mengumpulkan bukti pengalaman yang relevan untuk dibahas dalam asesmen RPL?
  4. Apakah saya mempunyai rencana waktu, biaya, dan kebiasaan belajar?

Semakin konkret jawabannya, semakin jelas pula langkah yang dapat dilakukan berikutnya.

 

Pengalamanmu bukan sekadar jumlah tahun bekerja

Kadang seorang pekerja melihat pengalaman hanya melalui angka.

Sudah tiga tahun bekerja.

Sudah lima tahun bekerja.

Sudah sepuluh tahun bekerja.

Padahal, di balik angka tersebut ada banyak proses belajar.

Ada hari pertama ketika belum memahami aplikasi.

Ada kesalahan yang pernah terjadi.

Ada sistem baru yang harus dipelajari.

Ada masalah data yang pernah ditelusuri.

Ada perubahan prosedur yang membutuhkan adaptasi.

Ada rekan kerja yang pernah kamu bantu.

Semua itu membentuk pengalaman.

Ketika ingin melanjutkan pendidikan, perjalanan tersebut dapat dilihat kembali dengan perspektif yang berbeda.

Bukan sekadar:

“Berapa lama saya bekerja?”

Tetapi:

“Apa yang sudah saya pelajari selama bekerja?”

Pertanyaan kedua jauh lebih membantu ketika mulai mempersiapkan diri menuju pendidikan berikutnya.

 

Langkah kesiapan berikutnya bersama ITB STIKOM Bali

Bagi pekerja yang mempunyai pengalaman relevan di bidang data dan sistem informasi, salah satu program yang dapat dipelajari adalah RPL S1 Sistem Informasi ITB STIKOM Bali.

Institut Teknologi dan Bisnis STIKOM Bali memiliki akreditasi institusi Baik Sekali, sedangkan Program Studi S1 Sistem Informasi pada data program tercatat berakreditasi Baik.

Lulusannya memperoleh gelar Sarjana Komputer (S.Kom.).

Perkuliahan menggunakan metode Blended Learning dengan jadwal:

Kamis: 17.00–21.00
Jumat: 17.00–21.00
Sabtu: 17.00–21.00
Minggu: 08.00–14.00

Untuk pembiayaan, data program mencantumkan biaya formulir sebesar Rp100.000 dan biaya herregistrasi sebesar Rp2.200.000.

Total biaya awal sebesar Rp2.300.000.

Tersedia pula simulasi pembayaran sebanyak enam kali angsuran sebesar Rp1.745.000 per bulan.

Kamu dapat mempelajari bidang studinya melalui halaman S1 Sistem Informasi ITB STIKOM Bali.

Informasi mengenai kampus dan program lainnya juga tersedia melalui website ITB STIKOM Bali.

Jika jalur RPL menjadi pertimbangan, mulai dengan membuat daftar pengalaman profesional dan pembelajaran yang pernah diperoleh.

Catat aktivitas yang relevan.

Cari kembali bukti pengalaman yang masih tersedia.

Kemudian gunakan daftar tersebut sebagai bahan ketika berkonsultasi mengenai proses RPL.

Kamu juga dapat mempelajari kembali Program RPL S1 Sistem Informasi ITB STIKOM Bali sambil menyiapkan pertanyaan mengenai pengalaman apa yang dapat diajukan dalam asesmen dan proses studi berikutnya.

 

Tanda kesiapan melanjutkan kuliah bukan hanya ketika seseorang sudah merasa ingin mempunyai gelar S1.

Bagi staf administrasi data yang mempertimbangkan RPL, kesiapan mulai terlihat ketika pengalaman kerja dapat dijelaskan sebagai proses belajar, bukti pengalaman mulai dikumpulkan, dan pendidikan berikutnya mulai direncanakan secara nyata.

Pengalaman yang sudah kamu miliki tidak perlu dianggap sebagai perjalanan yang terpisah dari pendidikan.

Pengalaman tersebut dapat menjadi bagian dari cerita belajarmu berikutnya.